Di balik retorika kampanyenya yang keras, kemenangan Presiden terpilih
Donald Trump didasari oleh rasa frustasi pendukungnya terhadap arah
kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS). Trump bersumpah untuk
mengubahnya, yang masih terlihat saat ini.
Seperti yang selalu dijanjikan dalam kampanyenya, Trump telah mempunyai beberapa tujuan besar dalam kebijakan ekonominya. Dia berjanji akan menciptakan 25 juta lapangan kerja dalam kurun waktu 10 tahun serta meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar empat persen per tahun, naik dua kali lipat dibandingkan dalam 12 bulan terakhir secara tahun ke tahun.
Seperti yang selalu dijanjikan dalam kampanyenya, Trump telah mempunyai beberapa tujuan besar dalam kebijakan ekonominya. Dia berjanji akan menciptakan 25 juta lapangan kerja dalam kurun waktu 10 tahun serta meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar empat persen per tahun, naik dua kali lipat dibandingkan dalam 12 bulan terakhir secara tahun ke tahun.
Rencananya cukup spesifik, sehingga meninggalkan para investor dan
pemimpin bisnis menunggu untuk melihat kebijakan ekonominya dan
kabinetnya untuk mengerjakannya. Mengutip CNBC, Senin, 14 November, berikut beberapa isu utama kebijakan ekonomi Trump.
Penolakan Kebijakan Imigrasi
Pembatasan waktu tinggal imigran dari tujuh negara Mayoritas Muslim terkait dengan terorisme telah memiliki efek negatif pada sektor teknologi, serta pemegang visa lainnya.
Sebagian besar pelaku startup Silicon Valley mengecam larangan perjalanan. Kebijakan ini berpotensi untuk menciptakan pertempuran berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif, dan meningkatkan ketidakpastian umum.
"Pembatasan Imigrasi dapat menyebabkan pasar tenaga kerja yang terlalu ketat dan perlambatan permintaan akhir, dan pembatasan perdagangan bisa menimbulkan risiko untuk keuntungan perusahaan dan akhirnya pertumbuhan jika mitra dagang membalas hal serupa," tulis Goldman.
Pembatasan waktu tinggal imigran dari tujuh negara Mayoritas Muslim terkait dengan terorisme telah memiliki efek negatif pada sektor teknologi, serta pemegang visa lainnya.
Sebagian besar pelaku startup Silicon Valley mengecam larangan perjalanan. Kebijakan ini berpotensi untuk menciptakan pertempuran berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif, dan meningkatkan ketidakpastian umum.
"Pembatasan Imigrasi dapat menyebabkan pasar tenaga kerja yang terlalu ketat dan perlambatan permintaan akhir, dan pembatasan perdagangan bisa menimbulkan risiko untuk keuntungan perusahaan dan akhirnya pertumbuhan jika mitra dagang membalas hal serupa," tulis Goldman.

0 comments:
Post a Comment