Harga Cabai Masih Tinggi

Posted by

khir-akhir ini pemerintah dan masyarakat ‎dipusingkan dengan tingginya harga cabai rawit merah di pasaran. Di beberapa daerah, harga cabai rawit merah hampir setara dengan harga daging sapi bahkan ada juga yang melebihi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis harga cabai rawit merah akan normal pada Maret 2017. Kemendag berupaya mengembalikan harga cabai seperti harga acuan pembelian dan penjualan seperti tercantum pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63/PER/9/2016.

Dalam regulasi itu, harga acuan pembelian di petani Rp 17 ribu. Kemudian harga acuan penjualan konsumen Rp 29 ribu.

"Kalau kembali harga normal Maret Rp 29 ribu- Rp 30 ribu. Kita kejar ke situ terus," Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Dia mengatakan, tingginya harga cabai rawit disebabkan oleh cuaca yang buruk. Buktinya, pasokan cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati turun dari biasanya 150-200 ton per hari menjadi 50 ton per hari.

Oke menuturkan, cuaca berpengaruh pada produktivitas petani lantaran jumlah cabai yang dipanen sedikit. Lalu, distribusi ke konsumen juga terganggu.

"BMKG (cuaca) Februari sudah mengarah normal, dari petani karena harus panen sekarang, mereka tahu, mereka pandai melihat BMKG menanam lagi. Nanti akhir Februari Maret mulai normal," jelas dia.

Dia mengatakan, musim penghujan saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga harga cabai melesat lebih tinggi.

"Sama dulu juga terjadi hal seperti ini, cabai rawit juga tinggi. Dan itu sementara. Dan ini kita konsultasi  BMKG hujan ini sampai Februari," ungkap Oke.


Blog, Updated at: 6:32 AM

0 comments:

Post a Comment